manajmen ionformatika

Friday, December 10, 2010

Macam-macam Organisasi

Macam-macam Organisasi

Dalam pelaksanaan pengorganisasian, dikenal adanya macam-macam organisasi atau lebih tepatnya struktur organisasi, diantaranya adalah :

1. Organisasi Garis

Bentuk organisasi garis ini pertama kali muncul dikalangan militer, sehingga sering disebut sebagai bentuk organisasi militer, dan merupakan bentuk organisasi yang paling tua. Bentuk ini di ciptakan oleh Hanry Fayol, disamping itu bentuk organisasi baris merupakan bentuk yang paling sederhana, Organisasi garis mempunyai cirri khas sebagai berikut :
- Jumlah jaryawan relative sedikit
- Organisasi reltif kecil
- Karyawan saling mengenal dengan akrab
- Belum ada spesialisasi kerja, atau kalau ada masih relative rendah.

Kebaikannya :
- Perintah atau komando berjalan lancer, karma pimpinan hanya seorang.
- Keputusan dapat diambil dengan cepat.
- Solidaritas karyawan sangat tinggi, karena saling mengenal.

Kelemahannya :
- Kemampuan seorang pimpinan sangat berpengaruh, sehingga kalau pimpinan tidak cakap atau tidak mampu, akan berakibat fatal bagi organisasi.
- Timbul atau mendorong adanya sifat otoriter dari seorang pimpinan.
- Membatasi perkembangan individu bawahan.



2. Organisasi Fungsional


Dalam prakteknya, stuktur organisasi fungsional ini kadang-kadang menimbulkan ketidakjelasan dalam pemberian perintah dari atasan kebawahan. Hal ini di sebabkan karena setiap atasan mempunyai wewenanga untuk memberikan printah kepada bawahan yang ada, sepanjang pemerintah tersebut masih ada hubungan dengan fungsi yang dimiliki atasan. Struktur organisasi fungsional yang pada mulanya diciptakan oleh F.W Taylor, juga mempunyai kebaikan maupun kelemahan tersendiri.

Kebaikannya adalah :
- Adanya spesialisasi tugas yang jelas
- Adanya tenaga-tenaga ahli dalam masing-masing tugas sesuai dengan fungsi- fungsi organisasi yang ada
- Karyawan dengan spesialisasinya dapat didayagunakan semaksimal mungkin

Kelemahannya adalah :
- koordinasi agak sulit diterapkan, karena bawahan memiliki beberapa atasan
- Proses pengambilan keputusan sringkali terlambat, karena ditentukan oleh “top manajmen”
- Dituntut adanya keryawan yang benar-benar terampil (seorang spesialis), yang kadang-kadang sulit mencarinya.


3. Organisasi Garis dan Staf

Bila suatu organisasi itu masih relatif kecil, artinya belum banyak masalah yang dihadapi dan segera harus diatasi, naka bentuk struktur organisasi yang sederhana (organisasi garis) dapat untuk mengatasinya. Namun apabila organisasi tersebut berkembang semakin luas , mungkin akan timbul berbagai kesulitan bagi seorang pemimpin dalam mengambil suatu keputusan (decisiom making), sehingga pimpinan tersebut merasa perlu untuk minta bantuan kepada orang lain yang dianggap mampu dan ahli.Oleh sebab itu, dibentuklah suatu “staf penasehat” yang merupakan kumpulan orang-orang yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. Adapun tugas tersebut adalah membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan.

Kebaikannya adalah :
- Dapat diterapkan baik dalam organisasi yang besar maupun yang kecil, apapun tujuan organisasi tersebut
- Ada pembagian tugas antara pimpinan dan bawahan (pelaksana) yang diakibatkan adanya staf
- Keputusan dapat diambil dangan lebih baik, karena adanya saran dari para ahli (staf)

Kelemahannya adalah :
- Rasa solidaritas karyawan berkurang, kerena tidak saling mengenal antara satu dengan yanga lainnya
- Perintah kadang-kadang menjadi agak kabur dan kurang jelas
- Pelaksanaan pekerjaan akan mengalami hambatan, apabila koordinasi pada syaf kurang baik.




4. Organisasi gabungan

Bentuk organisasi gabingan ini pada dasarnya merupakan bentuk kombinasi struktur irganisasi yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga bentuk struktur organisasinya dapat berupa gabungan dari bentuk organisasi baris dan staf, garis dan fungsional, dan staf atau kombinasi dari ketiganya. Sehingga bentuk struktur organisasi gabungan ini akan mempunyai kebaikan serta kelemahannya mengikuti kebaikan maupun kelemahannya organisasi yang bentuknya dalam rangka penggabungan tersebut.
5. Organisasi Matriks

Bentuk struktur organisasi matriks pertama kali muncul pada sebuah perusahaan industri ruang angkasa, yang mempunyai banyak departemen dimana masing-masing departemen dipegang oleh para spesialis (tim ahli) guna mencapai tujuan perusahaan secara khusus. Dewasa ini stuktur martiks sering diterapkan pada suatu pekerjaan yang merupakan proyek-proyek besar. Secara nyata terlihat bahwa untuk menangani suatu proyek yang cukup besar dengan permasalahannya yang sangat kompleks, diperlukan suatu ipaya penyelesaian yang tepat, baik di tinjau dari segi waktu, tenaga maupun biaya yang dibutuhkan. Karena disarankan bahwa bentuk organisasi yang disebutkan sebelumnya tidak dapat menyalesaikan berbagai permasalahan tersebut, maka dibentuklah struktur matriks ini, yang pada dasarnya mempunyai tujuan memadukan berbagai bentuk struktur organisasi yang telah ada serta unsure persinalia yang ada dalam organisasi dengan kata lain mempunyai dua rantai perintah, yang satu secara vartikal (bersifat fungsional) sedangkan lainnya secara horizontal yang berasal dari perintah puimpinan proyek. Bila kedua jalur tersebut digabungkan, akan terlihat bentuk sebuah matriks, sehingga disebut organisasi matriks.


Kelebihannya adalah :

- Dapat mendaya gunakan kemampuan pimpinan fungsional
- Meningkatkan dan mangembangkan ketermpilan setiap karyawan
- Mendorong setiap individu dalam organisasi (baik atasan ataupun bawahan) untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi organisasi
- Memudahkan penyelesaian pekerjaan dengan adanya kerjasama antar bagian /departemen serta dengan adanya spesialisasi yang dimiliki.

Kelemahannya adalah :
- Dengan adanya pimpinan ganda, sering menyebabkan kebingungan dipihak bawahan, berikut laporannya
- Koordinasi yang kurang baik dapat menyebabkan kekacauan dalam pelaksanaan tugas (dengan adanya dua rantai/jalur perintah)
- Membutuhkan biaya yang cukup besar dalam operasionalnya.

No comments:

Post a Comment