manajmen ionformatika

Friday, March 18, 2011

organisasi

tipe-tipe organisasi

Menurut tipenya, organisasi dibedakan menjadi beberapa, sebutkan ?

* Functional Organization Structure, yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan fungsinya masing-masing. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :

1. Fokus pada pembagian tugas berdasarkan fungsi bagiannya masing2
2. Komunikasinya menggunakan bottom-top communication sehingga control atasan terhadap bawahan lebih mudah, sederhana, dan tidak berulang2
3. Masing2 bagian cenderung hanya fokus pada bidang kerja masing2 dan komunikasi antar bagian cenderung kurang terbuka
4. Pergerakan dan komunikasi tiap2 bagian masih tersekat2
5. Biasanya ditemukan pada organisasi2 yang memproduksi barang

* Project/Divisional Organization Structure, yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :

1. Fokus pada pembagian berdasarkan proyek yang sedang dikerjakan
2. Masing2 kegiatan proyek mempunyai struktur sendiri, mulai dari pemimpin proyek sampai divisi2nya
3. Komunikasi di dalam proyek lebih terkendali dan fungsi pengawasan pemimpin proyek terhadap proyeknya juga mudah
4. Dibutuhkan lebih banyak SDA untuk masing2 proyek
5. Ada kemudahan dalam memasukkan konsultan luar (outsourcing) dalam pengerjaan proyek
6. Setiap karyawan dituntut untuk mempunyai rasa tanggung jawab dan inisiatif yang tinggi
7. Kurang cocok untuk organisasi yang membutuhkan banyak proses administrasi dan birokrasi
8. Matrix Organization Structure, yakni struktur organisasi gabungan dari Functional dan Projectized Structure Organization. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini :
9. Terdapat pembagian berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan
10. Namun tetap menggunakan SDA dari tiap divisi yang kesemuanya secara bersama-sama menangani semua proyek
11. Pemanfaatan SDA-nya efisien karena anggota mempunyai pekerjaan yang tetap walau proyek telah selesai
12. Komunikasi dan sharing antar divisi lebih baik dibandingkan dengan tipe fungsional
13. Ada keterlibatan stakeholder yang kuat
14. Pembagian SDA harus jelas untuk setiap proyeknya, jangan sampai terjadi “rebutan SDA”
15. Setiap anggota berkecimpung di setiap proyek yang ada, sehingga komunikasi mereka terhadap setiap atasannya yang notabene lebih dari satu bisa jadi membingungkan

Friday, December 10, 2010

Pengertian Organisasi

Macam-macam Organisasi

Ada beberapa arti Organisasi oleh beberapa ahli diantaranya yaitu :

James D.Money
Organisasi adalah "bentuk dari perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama".

Dokter Kimball
Organisasi adalah "sebuah aktiva atau cara kerja (mekanisme) dari manajmen". Tujuan mengadakan pengontrakan dan personalia serta menentukan fungsi masing-masing tata kerjanya.

Ralph Currier Davis
Organisasi adalah "Kelompok orang-orang yang bekerja menuju ke tujuan bersama dibawah pimpinan".

Ermeat Dalk
Organisasi adalah "proses perencanaan dalam sebuah badan usaha", Sifat : menyasun, mengembangkan dan pemeliharaan struktur atau pola hubungan kerja.

John D Millet
Organisasi adalah "sebuah kerangka struktur, sebagai wahana dan wadah pelaksanaan pekerjaan banyak orang untuk mencapai suatu tujuan bersama".

John Price Johns
Organisasi adalah "kelompok manusia bekerja yang diputuskan dibawah sebuah pimpinan dan dengan sarana yang serasi demi mencapai tujuan bersama".

Dwight Waldo
Organisasi adalah "Struktur hubungan antar manusia berdasarkan wewenang dan kelanggengan dalam sebuah system administrasi".

Edgar Segein
Organisasi adalh "Koordinasi yang rasional dari aktiva banyak orang dengan pembagian kerja, fungsi,wewenang dan tanggung jawab demi mencapai tujuan bersama".

Harley Trecker
Organisasi adalah "tindakan atau proses penghimpunan dari kelompok-kelompok yang ada hubungannya satu sama lain dalam sebuah wadah atau bagan.


Dari berbagai pendapat tentang pengertian organisasi tersebut maka disimapulkan adanya tiga macam pendapat yaitu:
- Organisasi adalah kumpulan orang-orang
- organisasi adalah proses pembagian kerja
- organisasi adalah system kerja sama

dari tiga macam pendapat diatas maka dapat disusun suatu defenisi tentang organisasi secara sederhana, yaitu :
"Organisasi adalah suatu system kerja sama dari sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu".

Macam-macam Organisasi

Macam-macam Organisasi

Dalam pelaksanaan pengorganisasian, dikenal adanya macam-macam organisasi atau lebih tepatnya struktur organisasi, diantaranya adalah :

1. Organisasi Garis

Bentuk organisasi garis ini pertama kali muncul dikalangan militer, sehingga sering disebut sebagai bentuk organisasi militer, dan merupakan bentuk organisasi yang paling tua. Bentuk ini di ciptakan oleh Hanry Fayol, disamping itu bentuk organisasi baris merupakan bentuk yang paling sederhana, Organisasi garis mempunyai cirri khas sebagai berikut :
- Jumlah jaryawan relative sedikit
- Organisasi reltif kecil
- Karyawan saling mengenal dengan akrab
- Belum ada spesialisasi kerja, atau kalau ada masih relative rendah.

Kebaikannya :
- Perintah atau komando berjalan lancer, karma pimpinan hanya seorang.
- Keputusan dapat diambil dengan cepat.
- Solidaritas karyawan sangat tinggi, karena saling mengenal.

Kelemahannya :
- Kemampuan seorang pimpinan sangat berpengaruh, sehingga kalau pimpinan tidak cakap atau tidak mampu, akan berakibat fatal bagi organisasi.
- Timbul atau mendorong adanya sifat otoriter dari seorang pimpinan.
- Membatasi perkembangan individu bawahan.



2. Organisasi Fungsional


Dalam prakteknya, stuktur organisasi fungsional ini kadang-kadang menimbulkan ketidakjelasan dalam pemberian perintah dari atasan kebawahan. Hal ini di sebabkan karena setiap atasan mempunyai wewenanga untuk memberikan printah kepada bawahan yang ada, sepanjang pemerintah tersebut masih ada hubungan dengan fungsi yang dimiliki atasan. Struktur organisasi fungsional yang pada mulanya diciptakan oleh F.W Taylor, juga mempunyai kebaikan maupun kelemahan tersendiri.

Kebaikannya adalah :
- Adanya spesialisasi tugas yang jelas
- Adanya tenaga-tenaga ahli dalam masing-masing tugas sesuai dengan fungsi- fungsi organisasi yang ada
- Karyawan dengan spesialisasinya dapat didayagunakan semaksimal mungkin

Kelemahannya adalah :
- koordinasi agak sulit diterapkan, karena bawahan memiliki beberapa atasan
- Proses pengambilan keputusan sringkali terlambat, karena ditentukan oleh “top manajmen”
- Dituntut adanya keryawan yang benar-benar terampil (seorang spesialis), yang kadang-kadang sulit mencarinya.


3. Organisasi Garis dan Staf

Bila suatu organisasi itu masih relatif kecil, artinya belum banyak masalah yang dihadapi dan segera harus diatasi, naka bentuk struktur organisasi yang sederhana (organisasi garis) dapat untuk mengatasinya. Namun apabila organisasi tersebut berkembang semakin luas , mungkin akan timbul berbagai kesulitan bagi seorang pemimpin dalam mengambil suatu keputusan (decisiom making), sehingga pimpinan tersebut merasa perlu untuk minta bantuan kepada orang lain yang dianggap mampu dan ahli.Oleh sebab itu, dibentuklah suatu “staf penasehat” yang merupakan kumpulan orang-orang yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. Adapun tugas tersebut adalah membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan.

Kebaikannya adalah :
- Dapat diterapkan baik dalam organisasi yang besar maupun yang kecil, apapun tujuan organisasi tersebut
- Ada pembagian tugas antara pimpinan dan bawahan (pelaksana) yang diakibatkan adanya staf
- Keputusan dapat diambil dangan lebih baik, karena adanya saran dari para ahli (staf)

Kelemahannya adalah :
- Rasa solidaritas karyawan berkurang, kerena tidak saling mengenal antara satu dengan yanga lainnya
- Perintah kadang-kadang menjadi agak kabur dan kurang jelas
- Pelaksanaan pekerjaan akan mengalami hambatan, apabila koordinasi pada syaf kurang baik.




4. Organisasi gabungan

Bentuk organisasi gabingan ini pada dasarnya merupakan bentuk kombinasi struktur irganisasi yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga bentuk struktur organisasinya dapat berupa gabungan dari bentuk organisasi baris dan staf, garis dan fungsional, dan staf atau kombinasi dari ketiganya. Sehingga bentuk struktur organisasi gabungan ini akan mempunyai kebaikan serta kelemahannya mengikuti kebaikan maupun kelemahannya organisasi yang bentuknya dalam rangka penggabungan tersebut.
5. Organisasi Matriks

Bentuk struktur organisasi matriks pertama kali muncul pada sebuah perusahaan industri ruang angkasa, yang mempunyai banyak departemen dimana masing-masing departemen dipegang oleh para spesialis (tim ahli) guna mencapai tujuan perusahaan secara khusus. Dewasa ini stuktur martiks sering diterapkan pada suatu pekerjaan yang merupakan proyek-proyek besar. Secara nyata terlihat bahwa untuk menangani suatu proyek yang cukup besar dengan permasalahannya yang sangat kompleks, diperlukan suatu ipaya penyelesaian yang tepat, baik di tinjau dari segi waktu, tenaga maupun biaya yang dibutuhkan. Karena disarankan bahwa bentuk organisasi yang disebutkan sebelumnya tidak dapat menyalesaikan berbagai permasalahan tersebut, maka dibentuklah struktur matriks ini, yang pada dasarnya mempunyai tujuan memadukan berbagai bentuk struktur organisasi yang telah ada serta unsure persinalia yang ada dalam organisasi dengan kata lain mempunyai dua rantai perintah, yang satu secara vartikal (bersifat fungsional) sedangkan lainnya secara horizontal yang berasal dari perintah puimpinan proyek. Bila kedua jalur tersebut digabungkan, akan terlihat bentuk sebuah matriks, sehingga disebut organisasi matriks.


Kelebihannya adalah :

- Dapat mendaya gunakan kemampuan pimpinan fungsional
- Meningkatkan dan mangembangkan ketermpilan setiap karyawan
- Mendorong setiap individu dalam organisasi (baik atasan ataupun bawahan) untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi organisasi
- Memudahkan penyelesaian pekerjaan dengan adanya kerjasama antar bagian /departemen serta dengan adanya spesialisasi yang dimiliki.

Kelemahannya adalah :
- Dengan adanya pimpinan ganda, sering menyebabkan kebingungan dipihak bawahan, berikut laporannya
- Koordinasi yang kurang baik dapat menyebabkan kekacauan dalam pelaksanaan tugas (dengan adanya dua rantai/jalur perintah)
- Membutuhkan biaya yang cukup besar dalam operasionalnya.

Monday, November 29, 2010

manajmen umum

"perecanaan"

pengertian perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan secara sah dan berdaya guna.
Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa perencanaan merupakan sesuatu yang menjadi keperluan dalam sebuah system untuk mendukung tercapainya tujuan. Tidak itu saja selain mendukung tercapainya tujuan suatu system maupun lembaga perencanaan yang dipersiapkan hendaknya bermanfaat secara aplikasi, dan lebih penting adalah dikerjakan dan disusun berdasarkan kepatutan serta tidak melanggar norma yang berlaku.dan dalam perencanaan itu mengandung elemen-elemen sebagai berikut, pertama mengindentifikasi dan mendokumentasikan kebutuhan. Kedua, menentukan kebutuhan-kebutuhan yang bersifat prioritas. Ketiga, memperinci spesifikasi hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan yang dipioritaskan. Keempat, mengidentifikasi persyaratan untuk mencapai tiap-tiap alternatif. Kelima, mengidentifikasi strategi alternative yang memungkinkan, termasuk di dalamnya peralatan untuk melengkapi tiap persyaratan untuk mencapai kebutuhan, untung rugi berbagai latar dan strategi yang digunakan.

Friday, November 5, 2010

tugas 1db22

Manajemen dan Pengertiannya
Setiap kegiatan dimana saja dan apa saja yang melibatkan orang-orang dan memerlukan kerjasama, apakah itu kegiatan yang sifatnya profit oriented atau non profit oriented, pasti sarat dengan manajemen, seperti halnya mengelola, mngatur organisasi (Perusahaan), ormas atau perkumpulan olah raga dan lain sebagainya, baik pengelolaannya secara forml, modern atau tradisonal karena pola intinya manajemen itu adalah to manage, bagaimana mengatur, apa yang di atur dan siapa yang mengaturnya, kemudian untuk apa hal itu diatur.
Pertanyaan-pertanyaan diatas menggambarkan betapa sangat urgennya manajemen dalam pelaksanaan suatu organisasi.
SP. Malayu Hasibuan, menggambarkan bahwa manajemen adalah sebagai ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan SDM (Sumber Daya Manusia) dan SDNM (Sumber Daya Non Manusia) lainya secara efekti dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Lebih lanjut GR Terry memberi pengertian bahwa manajemen Is Distince Process Consisting of Planning, Organising, Actuating and Controling Performed to Determme and accomplish stated objectives by us of human being and other resources.
Jadi manajemen merupaka suatu proses yang melibatkan kegiatan perencanaan, perorganisasian, pengalaman dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Dengan demikian untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui proses manajemen tersebut, tentunya dimulai dari pada bagaimana memahami dirinya sendiri sebagai manajer atau pimpinan tentang gaya atau seni yang akan ditetapkannya, bagaimana kemampuan dan kecakapan yang dimilikinya dan srategi apa yang digunakan untuk mempercepat proses pelaksanaan pencapaian tujuan tersebut, yang pada akhirnya capaian yang diinginkan tersebut dapat berjalan secara efisien dan efektif atau berdaya guna dan berhasilguna. Manajemen yang baik adalah bagaiman alur implementasinya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, tanpa troble dan sesuai denga prinsip-prinsip dan fungsi manajemen, namun demikian dalam kenyataan operasional dilapangan tidak semudah dan segampang yang dibahas dalam berbagai teori manajemen, mengapa?
Dilihat dari segi kepentingan individu atau organisasi sering sekali sulit disingkronkan karena memiliki kepentingan yang berbeda yang apabila tidak dmampu sikendalikan maka akan terjadi apa yang disebut dengan Mess Manajemen, dengan katalain terjadinya penyimpangan yang pada ujungnya dapat merugikan organisasi itu sendiri atau bias saja pihak lain, hal inilah yang menjadi sebuah tantangan bagi seorang pemimpin organisasi, oleh karena itu seorang pemimpin yang baij tidak cukup hanya dibentengi kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, namun diperlukan sikap dan mental yang baik. Karena sikap dan mental yang baik tentunya dapat mengontrol dan mengimbangin keinginan yang kurang baik.

2.Tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi 3 golongan :
a)Manajemen Lini (Manajemen Tingkat Pertama), yaitu tingkatan manajemen yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain.
Contohnya :
Mandor, Pemimpin, Personalia dan lain-lain.
b)Manajemen Menengah (Midle Manager), yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan didalam organisasi. Manager menengah mengarah kegiatan manager lain, juga mengarahkan kegiatan-kegiatan yang melaksanakan kebijakan organisasi.
Contohnya :
Kepala Departemen, Manager cabang,Kepala Pengawas dan lain-lain.
c)Manajemen Puncak (Top Manager), terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Mereka menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya.
Contohnya :
Presiden Direktur, Wakil Direktur, Sekretaris Perusahaan, Kepala Perwakilan dan lain-lain.




3.3 aliran pemikiran manajemen
1)Aliran Klasik terdiri :
•Manajemen Ilmiah
Frederick Winslow Taylor. Era ini ditandai dengan berkembang perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyur seperti Henry Towne, Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson Manajemen ilmiah,atau dalam bahasa inggris disebut scientific management, dipopulerkan oleh frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah “penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.” Beberapa seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirnya teori manajemen modern.
Henry Gantt yang pernah bekerja bersama Taylor di Midvale Steel Company menggagas ide bahwa seharusnya seorang mamapu mandor memberi pendidikan kepada karyawannya untuk bersifat rajin (industrious) dan kooperatif.Dia juga mendesain sebuah grafik untuk membantu manajemen yang disebut Gantt chart yang digunakan untuk merancang dan mengontrol pekerjaan.
•Teori Administraktif
Yaitu teori mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Pada awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen :
-Merancang
-Mengorganisasi
-Memerintah
-Mengoordinasi
-Mengendalikan
Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang. Selain itu, Henry Fayol juga mengagas 14 prinsip manajemen yang merupakan dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen

2)Aliran Perilaku
Era manusia sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen ilmiah. Mahzab perilaku tidak mendapat pengakuan luas sampai tahun 1930 an. Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adalah serangkaian studi peneliti yang dikenal sebagai eksperimen Hawthrone.
Eksperimen Hawthrone dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an di Pabrik Hawthrone milik Wastern Electric Company Works di Cicero, Illenois. Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkatan penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Hasil kajian mengindikasikan bahwa ternyata insentif seperti jabatan, lama jam kerja, periode istirahat maupun upah lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.
3)Aliran Ilmu Manajemen Kuantitatif
Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif seperti statistik, model optimasi, model informasi atau simulator komputer untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Sebagai contoh, pemrograman linear digunakan para manajer untuk membantu mengambil kebijakan pengalokasian sumber daya, analisis jalur kritis (Critical Path Analysis) dapat digunakan untuk penjadwalan kerja yang lebih efisien, model kuantitas pesanan ekonomi (Economic Order Quantity Model) membantu manajer menentukan persediaan optimum, dan lain-lain.
Pengembangan kuantitatif muncul dari pengembangan solusi matematika dan statistik terhadap masalah militer selama Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, teknik-teknik matematika dan statistika yang digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan militer itu ditetapkan di sektor bisnis. Pelopornya adalah sekelompok perwira militer yang dijuluki “Whiz Kids.” Para perwira yang bergabung dengan Ford Motor Company pada pertengahan 1940-an ini menggunakan metode statistik dan model kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan di Ford.